Sendiri dalam logika
Berkelana diriku dalam rimba
mencari tapak yang lama menjejak
kurasa pasti
tapi bayangan menertawakanku
terkekeh-kekeh
ludahnya melumatkan habis tenaga
Akar malah melapuk
melemaskan raganya
meregang – tegang, Aku mabuk kepayang
Aku kecil tak ada membantu
Temanku hanya sebongkah baja berlogika
Nyaris putus nyawa dalam bicara
memaksa tetap bertanya
kesendirian tetap merana
merana tetap bertanya
mengapa?
Diriku meringkuk tak bertepuk
terbungkam dalam padam
sia-sia Aku terdera
kecewa selalu terbawa
Tersadar memang
‘Human Society’
tapi tak terwujud padaku
semuanya abstrak
semuanya pasti
Sendiri dalam logika
perlu waktu
untuk membuktikannya
Bandung, 24 April 2008 14:45 oleh Krisna Febrianto
{dibuat di gedung jica lt3 S305 pada saat kuliah Arsitektur dan Organisasi Komputer}











RSS - Posts
wow!!!
sekilas…
kya puisi bwat org yg kesepian,,
tapi…
hubungannya matkul arsitektur komputer ma puisi ini apa??hehe
@deeshamay
puisi itu emang yang gw rasain sendiri, saat ini “Temanku hanya sebongkah baja berlogika” maksudnya komputer kesayangan. dan katanya survei membuktikan kalo orang IT itu egois dan seneng ama dunianya sendiri. tapi gw emang sadar kalo manusia tuh ga bisa hidup sendirian (human society), tapi gw orangnya egois dan serba ingin sempurna, dan gw pengen orang-orang tuh ngerti kalo gw emang kaya gini (sendiri dalam logika)… nah puisi itu gw bikin pas kul arskom, habisnya BT…(nyalurin hobi)…nah kebetulan juga tuh dosen lagi nerangin bahasa assembly (machine language), makanya gw siasatin kata komputer dengan sebutan sebongkah baja berlogika..ha..ha..ha… garing