Pelafalan Huruf F dan V (Bukan P)
Kesulitan pelafalan kata-kata itu berkenaan dengan masalah sebuah huruf yang mewakili beberapa bunyi. Di samping itu, masih ada masalah lain yang berhubungan dengan sistem ejaan kita. Masalah itu ialah sebuah fonem dan beberapa bunyi yang diwakili oleh beberapa huruf. Contohnya penggunaan huruf (f) dan (v) dalam sistem ejaan kita. Adakah perbedaan lafal antara bunyi (f) dan (v) tersebut? Perhatikanlah, misalnya, kata aktif dan aktivitas. Adakah perbedaan lafal huruf (f) dan (v) pada kedua kata tersebut? Bahasa Indonesia jelas tak membedakan bunyi (f) dan (v) tersebut. Kedua huruf itu sebenarnya merupakan fonem yang sama, yakni fonem /f/ dan merupakan bunyi yang sama, yakni bunyi[f].
Lain halnya dengan huruf (f) dan (v) dalam bahasa Inggris, misalnya. Huruf (f) dan (v) dalam bahasa Inggris mewakili fonem yang berbeda, yakni /f/ dan /v/ serta bunyi yang berbeda, yakni [f] dan [v]. Dalam bahasa Inggris fonem /f/ dan bunyi [f] merupakan bunyi frikatif labiodental tak bersuara, sedangkan fonem /v/ dan bunyi [v] adalah bunyi frikatif labiodental bersuara.
Jadi, perbedaan antara /f/ dan /v/ serta [f] dan [v] adalah pada bersuara dan tidaknya bunyi tersebut. Bunyi bersuara adalah bunyi yang pada waktu diucapkan pita suara bergetar. Sebaliknya, bunyi tak bersuara, bunyi yang pada waktu diucapkan, pita suara tak bergetar.
Dalam bahasa Indonesia bunyi [f] adalah bunyi labiodental tak bersuara. Hanya ada fonem /f/ dan bunyi [f] dalam bahasa Indonesia dan tak dikenal fonem /v/ dan bunyi [v] dalam bahasa Indonesia. Jadi, huruf (f) dan (v) sebenarnya merupakan simbol untuk bunyi [f] dan fonem /f/. Karena bunyi dan fonemnya sama sedangkan grafem atau hurufnya berbeda, tak pelak lagi sering terjadi kesalahan dalam hal penulisan kata-kata yang mengandung (f) dan (v). Tak jarang kedua huruf itu bertukar letak.
Tulisan ini saya bikin biar kita semuanya sadar akan pelafan huruf f dan v (bukan p), jangan hanya membenarkan (dengan kesan ‘So iyee’) orang lain ketika orang itu salah mengucapkan huruf itu, mungkin bisa dijadikan perhatian oleh kita bersama…
sorry, bukannya menggurui, soalnya saya juga sering salah ketika ngucapin huruf itu, kadang futuristic dibaca puturistic, vista dibaca pista, tulisan ini seakan menyadarkan saya…betapa pentingnya membedakan suatu huruf jika kita tidak ingin dipermalukan orang lain…kasian kan orang yang udah menciptakan huruf abjad ini…. B-)












ooww…
baiklaahh…
klo yang yan taw,,
di bahasa indonesia itu, fonem-nya jadi…
‘ef’ untuk ‘f’ dan ‘ve’ untuk ‘v’
iya kn?
soalnya kebanyakan,,
org2 nyebutin huruf ‘v’ itu ‘vi’ bukan ‘ve’
iya sih, mang kita udah salah kaprah, masalah fonem indonesia kaya TV (baca:teve), malah tivi.
tapi disini yang gw singgung sih soal pelafalan hurfunya, terkadang orang yang medok ma bahasa sundanya, jadi salah melafalkannya…
klo masalah medok siih emang dah lidahnya gitu..
klo masalah logat siiih emang sussah buat dipaksain..
lama prosesnya biar biasa
*mode provokatif*ah, ini mah pasti cuma artikel fiktif ya…
baru kemarin krisna bilang open opis (???)
hahaha,,,
*mode perdamaian*pis ah,
@dEe sHaMaY:
kita ini terlanjur bilang inggris itu negara maju,
jadi mungkin lebih mengikuti ke-inggris2an daripada ke-Indonesia 2an
makanya harusnya ve, malah jadi vi, biar keren,
*spoiler mode*seperti khalifa-’vi’, bukan khalifa-’ve’
ada cerita / jokes nih :
ceritanya ada seseorang yang sedang ngisi formulir, isinya kayak gini :
Nama : Syifa Veronika
Panggilan : Sipa peronika
———————————————————–
menurut saya, dalam bahasa indonesia yang baik dan benar
, tidak ada kosakata asli bahasa indonesia yang menggunakan huruf ‘f’ atau ‘v’, kecuali itu adalah kata serapan. misalnya : pelafalan (arab), signifikan (eng), de el el.
(mungkin)well.. it’s like I thought!
Kenapa Funny bukan Vunny kenapa Fungky bukan vungky
AMBIL YANG BAIK BUANG YANG BURUK