Arsip

Arsip untuk Juli, 2008

Strategi Sederhana dalam investasi Saham

31 Juli 2008 utenidaka 2 komentar

Strategi investasi saham menuntut pengamatan yang serius dan kontinyu terhadap perilaku saham, dan suatu tindakan yang cepat apabila muncul suatu kesempatan baik. Sehingga lahir formula umum yaitu:”Menjual pada saat harga lebih tinggi dan membeli pada saat harga lebih rendah”.

Terdapat 8 (delapan) strategi sederhana dalam investasi antara lain:

Beli di Pasar Perdana, Jual Begitu Masuk di Pasar Sekunder.

Strategi ini digunakan karena adanya keyakinan investor bahwa harga akan naik begitu suatu saham dicatatkan di bursa efek. Hal ini dilandasi dengan asumsi bahwa underwriter tidak akan membiarkan harga jatuh pada minggu pertama di pasar sekunder.

Contoh: Saham PT. KIC pernah mengalami kenaikan kurs dari harga perdana sebesar Rp. 2.600,- menjadi Rp. 4.200,- pada hari pertama diperdagangkan di BES.

Strategi ini cocok digunakan pada waktu pasar sedang bullish (harga-harga saham di pasar sekunder sedang naik).

Strategi Beli dan Simpan (Buy and Hold)

Strategi ini digunakan oleh investor karena berkeyakinan bahwa suatu perusahaan akan berkembang salam jangka panjang, misalnya perusahaan yang produknya sangat strategis. Umumnya strategi ini juga cocok digunakan pada saat harga mencapai titik teredah atau umumnya pasar sedang bearish (harga-harga saham sangat rendah).

Strategi Berpindah

Strategi ini digunakan oleh investor yang aktif mengikuti perkembangan pasar. Tujuannya adalah memanfaatkan peluang kemungkinan naiknya harga saham lain dengan harapan pemodal tersebut memperoleh capital gain dalam waktu singkat. Dalam jangka panjang, strategi ini bertujuan merubah jenis saham yang dimiliki, dengan harapan saham lain lebih prospektif. Strategi ini cocok digunakan pada saham-saham yang aktif diperdagangkan di bursa efek (likuid).

Stratgi Mengurangi Kerugian (Cut Loss)

Strategi ini digunakan untuk mengurangi kerugian atas pembelian saham yaitu dengan cara menjual saham yang sebelumnya dimiliki dan mengganti dengan saham lain (berpindah), cara lainnya yaitu dengan membeli saham sejenis seperti yang dipegang sebelumnya pada waktu harganya rendaha dan melepaskannya kembali pada waktu harganya naik. Sehingga kerugian pada saat membeli diwaktu harga tinggi dapat dikurangi (cut loss).

Membeli Saham-saham Tidur

Strategi membeli saham-saham tidur maksudnya membeli saham-saham yang tidak aktif, karena biasanya saham-saham yang tidak aktif sering luput dari perhatian orang banyak, sehingga cenderung harganya murah. Tipe pemodal yang sabar cocok membeli saham-saham yang tidak aktif tersebut, sebab pada umumnya potensi keuntungan pada saham yang demikian ini akan nampak dalam jangka waku yang lama.

Stretegi Konsentrasi pada Industri

Investor yang memusatkan perhatiannya pada perkembangan industri tertentu, karena lebih mengetahui kondisi, mekanisme kerja dari perusahaan yang berada pada industri tersebut, trend industri dan sebagainya. Strategi investasi dengan cara ini adalah memilih saham-saham yang terbaik pada industri tersebut.

Strategi Membeli Pasar

Seorang pemodal dikatakan melakukan strategi membeli pasar, apabila investor secara relatif proporsional ke dalam saham-saham yang ada di bursa efek, misalnya 50% jenis saham yang tecatat di bursa efek. Strategi ini mungkin kurang tepat bagi investor kecil, karena untuk melaksanakan strategi ini tentunya membutuhkan dana yang besar.

Strategi Membeli Melalui Reksadana

Strategi ini dilakukan dengan mempercayakan pengelolaan dana yang dimiliki oleh investor kepada suatu lembaga yang disebut Reksadana. Reksadana akan melakukan penyebaran investasi untuk mencapai tingkat keuntungan tertentu dan meminimumkan resiko.

Saatnya Berintegrasi Pada Software Non Proprietary di Lingkungan Civitas Akademika

Persaingan antara software berbasis Open Source dan Non Open Source semakin tinggi. Gerakan Open Source dengan konsep bebas, meski baru mulai populer pada beberapa waktu lalu mulai memberikan alternatif pilihan software kepada semua orang. Kini hampir semua software propietary (Software Non Open Source) memiliki padanannya pada sistem Open Source. Bagi pengambil keputusan untuk meggunakan software tentu saja persaingan ini memberikan pilihan baru, namun di sisi lain tentu saja memberikan masalah dalam hal pemilihan yang tepat untuk organisasi. Total Cost of Ownership dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan implementasi software pada sebuah civitas akademika.

L. Chandra Mohan, Direktur Microsoft Indonesia, mengungkapkan bahwa nilai nominal yang dibayar oleh perguruan tinggi di Institut Teknologi Surabaya sekitar USD 1000/tahun. Penghargaan terhadap hak cipta itu pula yang dikemukakan Prof. DR. Sofyan Effendi, rektor UGM, terhadap kerja sama kampus dengan Microsoft. Beranjak dari sesuatu yang menjadi landasan positif penghargaan terhadap HaKI, mayoritas pengguna komputer di Indonesia, bahwa selama ini sebagian besar produk yang digunakan berasal dari sumber ilegal. Mau atau tidak, untuk menjadi bagian dari masyarakat, menghargai HaKI sebagai upaya kita menghargai jerih payah orang lain harus dilakukan.

Dilihat dari pemakai komputer di perguruan tinggi, terdapat tiga kelompok besar, yakni: staf pengajar (dosen) dan grup/bidang keahlian yang ditangani, staf administrasi, dan mahasiswa. Sekalipun banyak perguruan tinggi ingin melakukan integrasi komputerisasi yang dapat menghubungkan fungsi ketiganya, namun sampai saat sekarang yang sudah terealisasi baru berupa irisan kepentingan. Misalnya staf pengajar yang mengelola bidang keahlian tertentu memiliki kepentingan dengan laboratorium mahasiswa pada bidang tersebut, sehingga sumber daya yang tersedia di tempat tersebut dapat digunakan bersama. Dari ketiga kelompok tersebut, staf pengajar dan mahasiswa merupakan sumber daya utama yang menjadi motor aktif kegiatan di perguruan tinggi, termasuk aktivitas TI. Dengan demikian, apabila dikehendaki perubahan pada kebijakan TI, maka kedua kelompok pemakai ini lebih dapat diharapkan untuk berpartisipasi aktif

Bagaimana halnya dengan perangkat lunak Open Source yang akhir-akhir ini bertambah marak diterima sebagai alternatif di beberapa negara lain? Setelah Malaysia melakukan inisiatif menggunakan produk Open Source dan sinyalemen akan kekuatan Jepang, Cina, dan Korea Selatan untuk menyusun sistem operasi baru, Open Source merupakan kemungkinan alternatif tersendiri.

Jika dilihat dari contoh negara-negara yang mulai mengadopsi Open Source, tampaklah bahwa pengadaan perangkat lunak bukan semata-mata persoalan dana. Keleluasaan dalam memilih alternatif dan keterhubungan antar komponen merupakan hal penting yang seringkali tidak bisa dinilai begitu saja dengan uang. Lebih-lebih jika dikaitkan dengan peran perguruan tinggi yang mengarahkan sumber daya manusia di dalamnya, maka faktor sikap manusia yang mengoperasikan perangkat lunak itu merupakan nilai mahal yang perlu dipertimbangkan. Salah satu alasan yang dikemukakan Christine Strobl, anggota dewan kota yang memilih migrasi ke Linux, “Filosofi Microsoft adalah mengubah perangkat lunak kami setiap lima tahun. Dengan Open Source, kami dimungkinkan untuk menyusun kebijakan sendiri waktu penggantian perangkat lunak kami”.

Membicarakan urusan perguruan tinggi semata-mata dilihat nilai profitnya tentu saja kurang bijak. Apalagi jika diingat fungsi perguruan tinggi di Indonesia yang mengemban fungsi perbaikan sosial yang kuat. Open Source adalah sebuah gerakan yang fokus utamanya tidak sekadar memakai barang gratis,alangkah tidak adil jika hanya diartikan seperti itu, melainkan kolaborasi dalam skala besar antara semua orang yang terlibat dengan perangkat lunak tersebut. Dari perancang, pembuat spesifikasi, pemrogram, sampai dengan pemakai akhir. Keindahan Open Source adalah semua orang punya kans untuk berkontribusi. Dalam Stallman 2004 ada beberapa kategori sehingga sebuah software dapat di katakan Free, yaitu:

  1. Kebebasan menjalankan program untuk apapun tujuannya (Kebebasan 0)
  2. Kebebasan untuk mempelajari bagaimana program itu bekerja serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita (Kebebasan 1). Akses terhadap kode program merupakan prasyarat
  3. Kebebasan untuk menyebarluaskan kembali hasil salinan perangkat lunak tersebut, sehingga dapat membantu seasma kita (Kebebasan 2)
  4. Kebebasan untuk meningkatkan kinerja program, dan dapat menyebarkannya ke khalayak umum sehingga semua dapat menikmati keuntungannya (Kebebasan 3)

Bagi perguruan tinggi yang menjadi motor perubahan dari sisi intelektual bagi masyarakat, tentunya nilai tambah dari perangkat lunak Open Source terletak pada sikap dan motivasi terhadapnya. Bahkan seandainya pun organisasi tersebut sekadar menggunakan dan melakukan pengorganisasian dengan baik sehingga dapat menjadi rujukan bagi pemakai lain, itu sudah bernilai banyak bagi komunitas Open Source.Pertimbangan penting lain adalah motivasi utama di belakang produk-produk Open Source. Selain umumnya berbasis UNIX, yang memang pada awalnya tumbuh di lingkungan akademis, produk Open Source dibuat berdasarkan kompromi konsep yang disodorkan akademisi dan brainstorming usulan kondisi praktisnya. Sebagai misal, di forum semacam Kernel Traffic ramai dibahas teknik-teknik yang akan dipilih digunakan untuk implementasi pembuatan kernel dan modul-modulnya. Kalau kita mau kompromi dan bertahap pada proses perubahan ini, gerakan pemakaian perangkat lunak Open Source dapat dimulai dari kelompok akademis, yakni staf pengajar dan peneliti di kampus, dan mahasiswa. Selain mereka relatif lebih melek komputer, sudah saatnya pula sikap kelompok akademis ini lebih terbuka terhadap alternatif yang sebenarnya lebih terhormat untuk lingkungan pendidikan. Kita mendengar jargon agen perubahan (agent of change) yang melekat pada perguruan tinggi, jadi tentunya menjadikan kesempatan alternatif ini sebagai pilihan juga sejalan dengan label agen perubahan itu sendiri.

Dengan bertambahnya jumlah civitas akademika yang mulai peduli dengan perangkat lunak Open Source, pihak pengelola kampus dapat mulai mengorganisasi sumber daya ini guna mengatasi persoalan yang dapat muncul di dalam kampus atau menyusun rencana jangka berikutnya. Apabila dilakukan koordinasi dengan baik, tidak mustahil dukungan teknis di dalam kampus ini punya kualitas yang mampu bersaing dengan vendor komersial dan dapat dijadikan layanan yang dijual untuk produk Open Source di Indonesia. Dengan perkataan lain, bukan hanya kampus tidak merengek lagi perihal Open Source, melainkan malah dapat dijadikan peluang untuk menghidupkan aktivitas TI di kampus.

Categories: Tutorial Tag:,

Bakal Jadi Aktivitas rutin Gw di hari Sabtu ma Minggu (Jogging)

29 Juli 2008 utenidaka 4 komentar

Sabtu kemaren (26 Juli) ga tau kenapa gw bangun agak pagi sekitar jam (4.30) kebetulan lagi ga ada tugas, biasanya dah bangun jam 3 an kalo da tugas yang kejar deadline. Dan kalo lagi ga da tugas biasa bangun jam 5.30 (subuh juga suka kesiangan). Tadinya mo shalat di mesjid tapi belum siap-siap, ya udah shalatnya di kamar ja… aktivitas pas udah bangun gw yaitu beres-beres kamar, masak air panas. Bikin sereal ato kalo ga Teh manis (disantap sambil nonton berita). Kalo semuanya udah, gw beberapa menit jadi DJ (alias cuci piring), kalo bukan gw siapa lagi, mang lu mau..!! boong ding becanda…OOT

Dah gitu gue cuci muka, ya pokoknya bersihin badan lah (walaupun belum mandi), ganti ma pakaian olahraga dengan sepatu kets, biar ga saltum and tetep eyecatchingnya , wuoke!!! Jangan lupa bawa handuk keringat juga… dah semua ada siap berangkat deh…oh iya jangan lupa bawa uang, kalo bisa lebih dari Rp 2000 (buat apa? Tar gw bahas deh). Gw berangkat dari kosan ke stadion sekitar jam 7an, nyampe disana 7.10.

Pas gw masuk ke stadion (kan pertama kali dating pagi-pagi), ditanya ma petugasnya,” mahasiswa ato umum? “

“Mahasiswa”, jawab gw. Refleks tuh petugas nyodorin tu tiket ke hadapan gw “Tiket masuk Stadion UPI RP 500,00” oh… mesti bayar ya (ndeso, untung gw bawa duit), nah kalo bukan mahasiswa tiketnya Rp 1000,00

Dah gitu gw masuk deh, lumayan juga banyak orang malah gw juga liat da rekan ilkom nondik ’07(Dian S), kita saling sapa deh… di dalam gw jogging-jogging gitu ngikutin jalur lari (mang udah ada tempaltenya), gw lari 3 keliling dalam satuan waktu pertama, di lanjut jalan biasa 1 keliling sambil ngatur nafas. Kemudian lari lagi 3 keliling (gw dah punya patokan kapan harus lari ato jalan ). Dah gitu gw rehat, kebetulan di stadion itu juga (sebelah timur) ada susunan batu yang di semen (dibentuk melingkar, ada 2 lingkaran, lingkaran luar susunan batunya agak tumpul, lingkaran dalem susunan batunya lebih runcing, tapi ga tajam). Buat apa sih ‘susunan batu itu’ gw nyebutnya susunan batu ke tempat itu? Ternyata tuh susunan batu buat pijat refleksi kaki mandiri, kita tinggal jalan (jalannya agak ditekan biar kerasa pijat refleksinya), kata orng yang dah rutin nyobain itu (ibu-ibu yang kebetulan lagi melakukannya bilang ma ibu-ibu yang baru nyoba) bisa ngilangin rematik, ngelancarin peredaran darah, apalagi buat yang masih muda ,katanya sambil nunjuk ke gw… Ya gw ngelakuin pijat refleksi mandiri itu sampai bener-bener kerasa sakit nih kaki, tapi kalo sering pasti badan lebih enak… dah gitu gw lari lagi 3 keliling. Sampai di patokan pas gw lari, gw jalan cepat 1 keliling, jalannya di jari-jari lintasan terluar (lintasan berbentuk lingkaran) supaya ga ngeganggu orang lain yang lagi lari…

Oia pas jogging itu, beraneka orang yang gw liat dengan berbagai asesoris yang dibawa ato dipake (alat skipping, minuman, handuk, headset dengan MP3/MP4/iPod/HP). Tapi gw masih penasaran apa pengaruhnya ya denger musik sambil lari, gw pengen cari tau , trus posting deh di blog gw (menyusul)

Berarti yang dah gw lakuin tuh 9 keliling lari (gw ga ngitung waktu ma kecepatan lari gw, tapi pengen ngitung juga buat patokan entarnya supaya nambah jatah kelilingnya), 1 keliling jalan biasa, 1 keliling jalan cepat, pijat refleksi mandiri… sebelum gw keluar dari tuh stadion, gw lakuin kegiatan yang selanjutnya (peregangan otot kepala, leher, tangan, pinggang, lutut, kaki) dengan aturan khas senam jasmani ala SMA. Nah gw kan rehatnya (pas ngelakuin peregangan otot) di barat stadion (berlawanan dengan ‘susunan batu’) ada tempat/alat dari besi yang udah dimodifiasi sedemikian rupa sehingga membentuk alat multi fungsi (peregangan otot kaki, otot tangan, push up, sit up,dll), disebelahnya ada alat yang sama juga tapi lebih tinggi ukurannya (buat angkat tubuh). Gw nyobain juga semua alatnya, tapi sebelumnya ngeliatin dulu orang lain yang udah make (gw kan baru pertama ke sana). Dah itu semua beres, gw rehat beberapa menit, terus keluar dari stadion, go to my Flat ‘The Paviliun 29’, beres-beres jam 8.45

Nah pas hari minggu (27 Juli), hal yang sama gw lakuin sebelum berangkat ke stadion, pas di stadion , si petugas langsung nyodorin tiket tanpa nanya dulu “Tiket masuk stadion UPI Rp 2000,00” untung gw bawa uangya lebih, langsung gw sodorin deh uangnya (padahal gw kan mahasisiwa), tapi sudahlah….

Eh ternyata di dalem emang lebih rame dari hari biasanya, soalnya ada senam pagi (kebanyakan ibu-ibu), tadinya gw ga bakal lari mo ikut senam aja,… tapi gw dah janji, niatan gw kan mo jogging.

Hal yang gw lakuin sama kaya di hari sabtu, lari 9 keliling, jalan biasa 1 keliling, jalan cepat 1 keliling, pijat refleksi mandiri. Pas dah gitu gw ikutan senam deh, tapi gw ngumpulnya ma mahasiswa lagi bukan ma ibu-ibu… sekitar jam 9an tuh senam beres… tapi gw belum mo udahan… dah gitu gw lakuin rutinitas biasanya (gunain 2 alat di barat stadion (peregangan otot)). Pas itu gw juga ngliat rekan nondik ’07 (Ranger), kita saling nyapa….

Sekitar jam 9.15 gw pulang deh…go to My Flat ‘The Paviliun 29’

Kayaknya tuh aktivitas bakal jadi rutinitas gw di hari berikutnya… ya selain ngisi waktu, juga bikin sehat (apalagi biasanya mahasiswa tuh bawaanya males buat olahraga)…

Categories: Pengalaman Tag:,

TuSaFa SoSaKeMa

29 Juli 2008 utenidaka 1 comment

Hari minggu kemaren di kosan bosen, sepi ga da orang dari pada ga ada kerjaan iseng-iseng gw masak, kebetulan di kosan gw mang ada dapurnya… sehabis jogging pagi di stadion UPI, gw setar tuh masak (baca : start) sekitar jam 9an , walapun belum mandi… he..he..

Kebetulan gw dah beli semua bahannya di pasar geger kalong tengah, yah lumayan juga… dah walapun becek…ga da ojek.. idih mang apaan (Cinta Laura kali ya) .Yyup, ni dia program (menu masakan yang gw bikin), gw bilangnya program biar keren dikit, secara gw kan anak ilkom (ilmu komedi) ha..ha boong ding ilmu Komputer. Ni dia sintaks programnya :

Program TuSaFa_SoSaKeMa ;

{bikin menu masakan TuSaFa SoSaKeMa (Tumis Sayuran Favorit Sosis Sapi Kecap Manis)panjang amat ya namanya, ga apa2, apalah artinya sebuah nama, yang penting rasanya bung}

{IS : alat masak sudah lengkap dan ada sebelumnya, bahan makanan dah tersedia dala kondisi bersih (sudah di cuci dan dibersihkan, kupas kulit wortel, buang tangkai cabe, bersihkan bawang putih sudah terdefinisi sebelumnya)}

{FS : masakan siap dihidangkan, masak sekita 30 menit, makan sekita 10 menit, aproximasi tidak seimbang..ha…ha…}

DEKLARASI:

Type bumbu : record < cabe merah 5 biji,

cabe rawit 5 biji.

bawang putih 3 siung,

penyedap makanan rasa sapi 1 ½ sachet kecil

>

Type Sayuran : record <bunga kol yg masih ada daunnya 1 buah kecil,

wortel 3 buah ukuran sedang

>

{sayuran bisa diganti sesuai dengan favorit masing-masing}

Sosis sapi 4 biji ukuran standar;

Minyak goreng secukupnya;

Kecap manis secukupnya;

DESKRIPSI;

Mulai

Repeat

Iris cabe merah agak halus;

Until cabe merah > 5 biji;

Repeat

iris cabe rawit lebih halus dari cabe merah; {kadar cabe bisa disesuaikan selera, padahal segitu juga dah pedes menurut standar lidah gw, pedes malah!}

Until cabe rawit > 5 biji;

For bawah putih = 3 siung do

Geprek sampe halus, kemudian Rajang;

End for;

For wortel = 3 do

Potong-potong secara melintang ;{biar lebih variatif bentuknya}

Endfor;

For bunga kol = 1 do

Potong-potong sesuai selera ;{hati-hati jangan sampei rontok bunganya}

Endfor;

For sosis = 4 do

Potong-potong secara vertical ; {standar kaya sate sosis di potong kecil-kecil}

Endfor;

Nyalakan kompor, kemudian taruh Teflon di atasnya, masukan minyak goreng secukupnya {standar menumis} ke dalam Teflon tadi, diamkan sampai panas ;

Kemudian masukan sosis yang udah di potong tadi ke dalam teflon, tumis sebentar kasih kecap manis secukupnya;

Repeat

Aduk-aduk sosis kecap manis;

Until kecap manis merata pada semua ptongan sosis;

Tiriskan potongan sosis tadi;

Tambahkan minyak goreng lagi ke dalam Teflon ;

Masukan irisan cabe merah, cabe rawit, bawah putih ;

Repeat

Tumis bumbu ;

Until warna berubah dan harum;

Masukan potongan wortel, potongan bunga dan daun kol ;

Repeat

Tumis sayuran;

Until warna berubah dan tekstur lembut ;{supaya teksturnya lembut pas di tumis ditutup pake penutup biar uapnya melenturkan sayuran atau sebelumnya sayuran tersebut dikukus sebentar}

Repeat

Taburi penyedap makanan rasa sapi ke dalam semua tumisan itu, aduk-aduk ;

Until rasa merata dan pas {gak terlalu asin}

Masukan potongan sosis kecap manis tadi ke dalam tumisan

Aduk-aduk sampai merata

Makanan siap di hidangkan;

Taruh di piring agak cekung, kalo bisa di garnis, biar ngebangkitin selera makan;

Selesai

Dah beres masaknya ,siap disantap deh. Masak kira-kira 30 menit, tapi gw makannya sekitar 10 menit, ga sebanding…huh… tapi sudahlah yang penting rasanya… tuh makanan bisa digado ato pake nasi, standar segitu cukup untuk 3 porsi, kalo pengen lebih tentu takarannya disesuaikan…

Mau tau ga berapa biaya masak tersebut, murah banget ko, apalagi buat anak kosan dijamin hemat deh…

Sosis sapi 4 buah Rp 2600,00

Wortel 3 buah Rp 1000,00

Bunga kol 1buah ukuran kecil Rp 1000,00

Penyedap masakan (royco rasa sapi) 2 buah Rp 700

Bumbu-bumbu (cari aja di rak bumbu kali aja ada sisa, kalo gw sih gitu) kalo ga ada paling beli Rp 1000,00

Kecap manis (cap bango), kalo gw ga beli, masih ada, soalnya suka pake kalo bikin mie instan, kalo ga ada minta ke tetangga kosan, Total belanja Rp 5300 {untuk 3 kali makan, tinggal diangetin aja buat makan berikutnya}, coba bayangin kalo beli di warung, sekali makan dengan menu yang sama (Tumis sayuran Rp 1500, Sosis Rp 2000 1 biji), nah kalo buat tiga kali makan jadi Rp 10.500,,,tuh..tuh hemat kan (Rp 5200,00)!!

Murah kan!!! Selain murah tentu rasa yang didapetin bisa lebih, walapun penyajiannya ga menarik (tidak di garnis), selain tu ngisi liburan yang bermanfaat, jangan Cuma nonton TV or maen game doing… he..he… selamat mencoba!!!

Sorry ya gambar dari masakan tersebut tidak ada, gw baru inget setelah makanannya dah abis, masa yang mo difoto piring bekas tuh makanan, kan ga lucu …he..he..he…

Buat Dessertnya gw bikin Puding Anggur Choki-Choki Minimalis, tar gw posting deh cara bikinnya …

Categories: Rehat Tag:

taut ini saya kan isikan mengenai materi kuliah, tugas-tugas ataupun informasi yang terkait selama saya kuliah di program studi Ilmu komputer-Universitas pendidikan Indonesia, semoga bermanfaat

Categories: Catetan kuliah