Krisna Febrianto’s Blog

Entries categorized as ‘Psikologi’

10 Kebutuhan Psikologis

31 Juli 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Hari libur baca buku… musim ya? Yah dari pada nggak ada kerjaan iseng-iseng gw baca buku psikologi sebenernya tuh buku udah lama di rak buku (masih bagus soalnya jarang di baca). Pas bagian yang gw baca tentang sepuluh kebutuhan psikologis yang ternyata dibutuhin oleh kita sebagai manusia.

Ternyata kebutuhan psikologis manusia itu membantu mencapai tujuan yaitu pengenalan yang sempurna tentang segala hal yang berkaitan dengan manusia pada tingkatan ilmu.

Ada beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia agar bisa hidup normal dan mampu memanfaatkan energinya dengan sebaik-baiknya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut antara lain :

Kebutuhan Fisiologis

Kebutuhan jasmani yang vital, yang akan menjamin keberadaan individu dalam kelangsungan hidupnya. Kebutuhan ini sangat proritas.

Kebutuhan akan rasa aman

Manusia merasa takut kepada hal-hal yang tidak diketahuinya, sehingga membutuhkan orang lain yang bisa melindunginya, hal ini bisa diperingankan dengan meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan

Kebutuhan akan Cinta

Manusia membutuhkan cinta dari orang lain. Ia akan merasa bahagia bila orang yang dicintainya mendekat, begitu juga cinta kepada Tuhan.

Kebutuhan akan penghargaan

Manusia akan mencurahkan segala kemampuan dan usahanya agar dihargai oleh orang lai, sehingga ia merasa berharga, mempunyai kedudukan tinggi. Penghargaan ini diwujudkan dalam bentuk pemberian balasan manusia dan sanjungannya. Tidak terpenuhinya kebutuhan ini akan menimbulkan perasaan rendah diri dan mecela diri sendiri.

Kebutuhan akan pengetahuan

Yakni kebutuhan akan pemahaman, bertambahnya ilmu, memperdalam pengetahuan, merumuskan permasalahan dan memecahkannya. Bertambahnya ilmu ada hubungannya dengan kesimbangan dalam segala hal, juga berkaitan dengan perilaku yang baik dan kemapuan dalam memecahkan masalah.

Kebutuhan akan keberhasilan dan Keinginan untuk unggul

Kebutuhan manusia akan keberhasilan dalam melaksanakan suatu pekerjaan akan memotivasinya untuk menambah ilmu, merasa percaya diri dan berani menghadapi masalah baru. Manusia akan memaksimalkan usahanya sehingga hasil yang ia raih lebih baik dari orang lain. Dengan tujuan mendapatkan penghargaan dan pengakuan atas keunggulan dari orang lain.

Kebutuhan akan Afiliasi

Biasanya manusia bekerja demi kemaslahatan kelompok yang menjadi tempat bersandarnya. Dimana individu menjadi bagian dari semuanya dan peranannya sangat vital untuk kesuksesan pekerjaan.

Kebutuhan akan Motivasi

Manusia suka mencari ketenangan dan ketentraman tetapi setelah beberaqpa saat ia merasa bosan dan berusaha mencari objek yang mebuatnya sibuk. Tanpa motivasi, seseorang akan merasa kehampaan sehingga tidak bisa hidup dalam kesendiriannya tanpa melakukan sesuatu pun.

Kebutuhan akan kebebasan

Manusia membutuhkan kebebasan dalam mengungkapkan segala pemikirannya. Mengekang kebebasan akan meyebabkan hidup menjadi pasif dalam pergaulan dengan orang lain. Tidak dibenarkan memaksakan kepadanya beberapa keputusan penting dan harus dilakukannya, terkecuali bila ia merasa puas.

Kebutuhan akan koreksi

Manusia butuh koreksi dan arahan yang tidak merintangi kebebasan. Pendidikan bertujuan menjadikan koreksi internal bukan eksternal. Bila koreksi ini terjadi antar manusia, maka keadaan individu dan kelompok akan mejadi baik, sedikit sekali kejahatan, kebaikan dan ketaatan bertambah, meskipun sedang sendirian.

Wah..bener juga tuh buku ya, gw baru nyadar ternyata manusia itu hidupnya serba bergantung pada orang lain (baca : membutuhkan bantuan orang lain). Ini menginspirasi gw untuk bersosialisasi dengan baik, menjalin komuniasi dengan orang lain, walapun saat ini gw adalah orang yang egois, bisa di bilang angkuh (bawaan dari lahir), tapi kalo udah deket ma gw, gw pasti langsung akrab ko (lho ko jadi kesini..OOT).. so sudahkah kebutuhan di atas semuanya tepenuhi? Yuk kita cari dan jalani kebutuhan rohani kita yang diperlukan. Dengan usaha dan doa Tuhan selalu ada…

Sukses untuk kita semua…

Kategori: Psikologi

Problem Studi Terpenting

14 Juli 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Tulisan yang saya buat pada kesempatan ini , object orientednya adalah mahasiswa walaupun bisa diterapkan oleh siapa saja yang merasa termotivasi akan tulisan ini. Tersadar dari masalah saya dan teman-teman saya dalam hal menempuh studi. Salah satu teman saya bertanya, mungkin tidak memerlukan jawaban. Dia menggerutu seperti ini,”Kenapa IP (Indeks Prestasi) saya menurun pada semester sekarang, huh sebel?”.

Kuliah merupakan salah satu jalan untuk menempuh prestasi dan mendapatkan ilmu atu ujung finalnya adalah mendapat pekerjaan dan hidup sejahtera. Namun, proses di dalamnya tidaklah seindah bunga mawar. Banyak sekali faktor penghambat yang menjadikan kita malas untuk belajar. Beberapa masalah studi yang pernah saya atau teman-teman saya rasakan antara lain :

Bolos Kuliah

Kegiatan ini mungkin sering dilakukan oleh kita selaku mahasiswa atau pelajar atau bahkan juga dosen atau karyawan lainnya (hanya Anda dan Tuhanlah yang tahu). Ternyata, ada beberapa alasan mengapa membolos itu menjadi sebuah rutinitas yang akhirnya menjadi budaya yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari, antara lain :

o Kerasnya sikap dalam lingkungan akademik, buruknya pergaulan dan aturan yang terlalu ketat

o Kelemahan administrasi dan tidak adanya perhatian terhadap absensi

o Perasaan gagal dan tidak adanya suri teladan

o Kurangnya pengawasan orang sekitar

o Bujukan dari orang lain yang buruk

o Kurangnya minat terhadap kemajuan belajar

o Pembebanan tugas-tugas yang melupakannya dari bakat/aktivitas organisasi yang bermanfaat

Terlambat Belajar

Dalam melakukan proses belajar , mungkin kita sering berfikir, “saya tidaklah terlalu bodoh dan tidak kurang dalam pengulangan materi perkuliahan, tetapi saya lambat dalam studi dan tingkat penguasaan saya lemah”. Setelah diselidiki ternyata banyak faktor yang menyebabkan hal itu, antara lain :

o Faktor akal, berkaitan dengan kemampuan mengeksplor diri

o Faktor kejiwaan, tidak percaya diri, plin-plan bahkan tidak suka terhadap mata kuliah tertentu

o Faktor jasmani, kurangnya energi yang menyebabkan malas untuk mengikuti perkuliahan, memiliki penyakit tertentu seperti sakit gigi atau lemahnya penglihatan.

o Faktor tempat tinggal, tidak sesuainya iklim tempat tinggal, konflik keluarga, tetangga, teman satu kosan yang menyebabkan terhambatnya masa depan dan tidak memiliki tempat untuk menenangkan jiwa.

o Faktor tempat belajar, adanya celah dari ketidakpahaman terhadap materi perkuliahan tertentu akibat membolos, buruknya cara menerangkan seorang dosen, serta kesibukan para dosen dan staf administrasi yang menciptakan terlambatnya proses pencapaian prestasi

Masalah Mengulangi Materi Kuliah

Mungkin kita menemukan segala pikiran terkait masalah mengulang materi perkuliahan suatu mata kuliah tertentu yang tergambarkan berikut ini :

o Saya tidak bisa berkonsentrasi

o Saya berniat untuk mengulangi mata kuliah setiap hari tetapi saya tidak melakukannya

o Kapan waktu yang baik untuk mengulanginya?

o Saya takut ujian, karena saya tidak mengetahui bagaimana mempersiapkannya

o Saya tidak suka mengulangi mata kuliah

o Saya suka tutorial ataupun responsi membahas materi perkuliahan tertentu bersama teman-teman

o Apakah saya harus meninggalkan organisasi atau aktivitas pengembangan bakat saya atau bahkan hobi saya hanya untuk mengulangi mata kuliah?

o Saya lupa apa yang telah saya ingat

o Saya senang begadang, hanya sekedar nonton , hura-hura atau ngobrol semalam suntuk

o Saya tidak mengetahui dengan apa saya memulai

Dengan banyaknya pertanyaan itu, kita harus mempelajari secara sederhana tentang metode-metode pengulangan suatu mata kuliah, siap menjawab semua pertanyaan secara praktis, menyiapkan jadwal pengulangan mata kuliah yang menyenangkan, tidak membiarkan hal itu terjadi sesaat sebelum ujian tiba, serta saling mengingatkan satu sama lain baik antar teman, orang tua ataupun dosen.
Nah, mungkin itu sekelumit masalah yang menyebabkan nilai prestasi kita menurun walaupun banyak faktor lain yang tidak kalah antara lain dosen yang memberi nilai akhir secara subyektif (tidak tahu apakah kemampuan mahasiswa itu sesuai atau tidak, hanya sebatas kenal saja bisa mendapat nilai bagus, heran kan!!), ya itulah namanya kuliah (bagi yang belum atau akan masuk dunia perkuliahan), kuliah hanya sekedar mendapat nilai, masalah ilmu kita yang eksplor sendiri, yang berguna kelak ketika kita akan bekerja, tentunya dengan hasil portofolio kita selama kuliah sebagai salah satu penunjang melamar kerja.
So, what we are doing now?. Ya tentunya belajar dengan sungguh-sungguh, yakin semua ada jalan keluar dan nikmatilah setiap perjuangan (tugas menumpuk dari dosen atau instruktur praktikum, banyak mengluarkan biaya untuk keperluan kuliah, dll)…
Semoga bermanfaat

Proses menuju yang terbaik memang sulit, tetapi akan terpahami kemudian hari ”

(Krisna Febrianto)

Kategori: Psikologi