Krisna Febrianto’s Blog

Entries categorized as ‘Style’

Let’s Join Us (Bikin Kaos)

11 September 2008 · & Komentar

Pas kumpul-kumpul ama temen dari Universitas lain, ko mereka PeDe banget ya pake kaos Universitas atau jurusannya (bahkan punya banyak model, setiap event kayaknya mereka bikin kaos deh)

Gw sempet nanya ke salah satu temen di sana, kenapa lu enjoy pake baju beginiian (harganya ga seberapa di banding kaos dari distro), dia nyeletuk, “Bagi gw sih bukan masalah harga ataupun merk ataupun itu desain”, katanya. Terus gw nanya lagi, emang karna apa?. “Gw sih lebih mentingin prestise, gw bangga sama Universitas dan jurusan gw(apalagi kalo ada ‘gajahnya’), So Pede aja lagi”, jawab dia. Gw Cuma senyum doang (sempat mikir dalam hati, oh gitu ya, “prestise”)….

Gimana ama Universitas dan jurusan gw? Bikin jaket, bikin kaos ataupun atribut lainnya, tanpa pake embel-embel Universitas ataupun jurusan, kenapa ya? Apa mereka (termasuk gw sebelumnya) malu ama almamater sendiri. Padahal kan yang bisa ngebanggain sebuah universitas, ya orang yang ‘menghuni’ di dalamnya…

Akhirnya, gw punya niatan nih, buat bikin kaos ilkom, biar kita lebih PeDe ama almamater sendiri…

Disainnya sih ga bagus-bagus amat (ngerjain semaleman ampe lupa buka puasa) maklum gw ga jago disain, ngerjainnya biasa ja (tapi ga asal), yang penting kan prestisenya…

Nih contoh disainnya…

Let's Join With Ilkom

Detail Gambar Kaos

Detail Gambar Kaos

Terbersitkah sesuatu di pikiran anda? Ya, gambarnya emang ‘nyolong’ dari logo visit Indonesia year 2008 (dengan pemugaran), terus gw plesetin deh, tapi tetep ada logo UPInya (bangga)….

Tulisan di belakang, itu kata-kata penyemangat (kali ja di tiru orang). Kurang lebih artinya sih gini “Perpaduan dari berbagai ide untuk menjawab tantangan Teknologi informasi melalui sistem kerja sama. Menyukai aktivitas itu adalah tak terbatas lebih penting untuk membuat inovasi daripada membajak”, maka Kawan semua, Saya Siap!

Mikirnya sih gw gini kenapa ambil kata-kata itu, secara Indonesia tuh merupakan pembajak software nomor 2 setelah China, malu ga sih. Nah kita selaku calon Engineer, mesti and kudu siap dari sekarang, kita bikin inovasi baru, kali aja ada Bill Gates baru (Gw kali ya *narsis*), ya belajar yang rajin jangan Illegal (Cuma bisa nyontek, idihhh mau jadi apa)… yah walaupun semua software ya ada ama temen2 semua masih pake yang bajakan (gw juga kali ya), maklum mahasiswa…..

So, ayo kita gabung, buat bikin nih kaos, kalo yang setuju kontek gw ya, masalah harga kita bicarain di sini, kali aja ada yang pernah langganan bikin kaos , kan kalo bikinnnya banyak bisa lebih murah…

Sekali lagi yang penting PRESTISE!!!

Kalo ga ada yang mau join ya gw pasti tetep bikin, gw pengen nunjukin ama orang-orang (kalo ilkom tuh ada, en Univ gw ga jelek-jelek amat)…Gw

Let’s Join Us…

Kategori: Style

Variasi Warna Ketika Memilih Pakaian

14 Juli 2008 · & Komentar

Bagi sebagian besar pria, warna-warna yang segar dan gelap seperti hitam, abu-abu atau biru laut merupakan warna teraman untuk dipakai dalam lingkungan profesional. Warna yang terang dan hangat akan kelihatan hebat jika hati-hati dalam memilihnya.

Karena menemukan warna yang tepat itu memerlukan pengalaman, tidak seharusnya kita malu menanyakan pada teman atau penjual tentang warna yang dipilih. Akan sangat baik jika kita memperhatikan makan-makna dari mereka :

Merah

Warna ini dianggap sebagai warna yang paling hangat, berani, percaya diri, dan romantis. Sangat cocok dipakai pada saat akan bertemu dengan pasangan. Sedikit sentuhan warna ini pada pakaian yang dikenakan akan terlihat lebih profesional ketika menemui rekan bisnis.

Biru

Merupakan warna yang paling lembut diantara warna yang lain. Warna biru tua memberikan kesan sebuah kekuatan yang kukuh, sementara biru muda memberikan kesan yang bersahabat

Hijau

Warna hijau muda tidak terlalu bagus bagi sebagian pria, kecuali mempunyai warna kulit yang sesuai. Walaupun begitu warna hijau yang cenderung gelap merupakan pilihan aman untuk suasana santai

Kuning

Warna ini sebenarnya memiliki kesan hangat dan gembira. Hati-hatilah ketika memilih pakaian dengan warna ini, meskipun warna kuning cocok untuk orang yang memiliki kulit gelap , jangan pernah melupakan pendapat orang lain.

Ungu

Memiliki warna bangsawan. Apalagi trend warna di tahun 2008 ini adalah sembagi wungu. Gunakan warna ini seperlunya, sehingga sikap gagah muncul ketika mengenakannya.

Oranye

Pilihan warna yang berisiko. Beberapa sweter dengan warna karat ini mungkin bisa terlihat bagus bagi pria dengan rambut gelap. Oranye muda , sebaliknya jarang menjadi pilihan yang bagus kecuali kulit kita benar-benar cokelat. Usahakan warna ini dipakai bukan sebagi warna terluar, padu padankan dengan kemeja atau kaos yang berwarna lebih gelap.

Cokelat

Sangat membumi dan maskulin. Warna cokelat biasanya terlihat sangat pas bagi sebagian pria. Warna cokelat muda , sebaiknya tidak menjadi pilihan terbaik bagi kita yang mempunyai kulit warna kuning langsat. Pilihlah warna cokelat yang benar-benar gelap dan tajam.

Abu-abu

Warna abu-abu yang tua akan terlihat menakjubkan bila digunakan sebagai warna stelan atau warna sweter. Sebaliknya, warna abu-abu muda bisa membuat beberapa pria terkesan hanyut dan lemah. Pada dasarnya warna ini merupakan pilihan warna yang aman karena bisa dikombinasikan dengan berbagai warna lain.

Hitam

Merupakan warna penyeimbang terhebat yang seharusnya tidak ditinggalkan. Warna hitam merefleksikan kekuatan, percaya diri, sekaligus sumber bahaya. Warna ini bisa digunakan dalam situasi apapun, karena itu warna ini wajib kita miliki dalam koleksi pakaian di lemari.

Kategori: Style

Pria dan Etika

14 Juli 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sejarah telah menunjukan bahwa pria yang berprestasi sekalipun kadang membuat kesalahan yang berujung malu di masyarakat. Seperti contoh ini, saat kunjungan makan malam di Tokyo George W. Bush muntah dihadapan Perdana Menteri Jepang. Suatu kebetulan? Mungkin tapi alangkah malangnya.

Terkadang, saat kumpul dengan teman-teman atau mengikuti acara formal, kita sering melakukan hal-hal diluar etika yang berlaku, seperti sendawa yang keras di depan umum sambil menggeliat, adalah hal yang memalukan (etika orang jepang, lebih baik kentut (buang angin melalui anus) dari pada sendawa di muka umum pada saat makan, mereka yang mengetahuinya akan langsung berhenti dan meninggalkan meja makan). Mengupil sembarangan dengan sengaja dimuka umum itu juga bukan hal yang wajar (sebaiknya aktivitas itu dilakukan di kamar kecil), berkata jorok pada saat makan juga menggangu selera sesorang untuk makan, pasti mual dan muntah mendengarnya (Stop don’t speak it up!)

Bagi beberapa orang aturan etiket mungkin terlihat kuno, kaku bahkan dianggap tidak perlu. Sebaliknya fakta mengatakan bahwa aturan-aturan tersebut dapat berperan sebagi kontrol sosial yang bisa mengurangi munculnya kejadian buruk di masyarakat.

Sebagai Pria perlu memahami dan menaati aturan sosial yang ada untuk meyesuaikan diri dalam berbagai ragam budaya. Cara memperkenalkan diri dan bertingkah laku dalam segala situasi sosial menggambarkan kesadaran diri dan tingkat pengalaman. Sesungguhnya pengalaman itu bukanlah sesuatu yang dibuat-buat, melainkan sebuah pemahaman alamiah mengenai tingkah laku sosial yang diterima.

Tentu saja petunjuk-petunjuk bertingkah laku tidak selalu dibutuhkan dalam setiap kesempatan. Yang terpenting adalah harus tahu peraturannya sebelum membuat pelanggaran. Tetapi, takdir buruk bisa datang pada sewaktu-waktu dan kekacauan yang tidak terlihat bisa menjatuhkan martabat. Jika jatuh dari tangga contohnya, mungkin akan menutupinya dengan sedikit gaya dan tetap percaya diri.

Ketika kita bergabung dalam acara formal. Tugas kita sebagai tamu undangan adalah bersikap mandiri, mencari teman sebanyak-banyaknya dan meramaikan suasana. Jika merasa terintimidasi atau malu-malu jadikanlah itu sebagai senjata untuk bersosialisasi , jika bisa memainkannya dengan baik akan membuat kita tampak mengesankan.

Bergaul dengan baik adalah berkeliling sambil menjaga sesuatu tetap terkontrol. Pertahankan sikap ramah sambil mengikuti aturan bertingkah laku berikut ini

  • Selalu lebih baik berbusana longgar dari pada ketat, tentunya disesuaikan dengan dresscode yang berlaku, jika tidak mencantumkan dresscode pergilah dengan warna hita

  • Tidak sopan jika datang terlambat begitu juga terlalu awal, 10-15 menit setelah waktu yang ditentukan adalah waktu ideal untuk memenuhi undangan for
  • Bersikaplah sopan, jangan terlalu akrab dengan orang lain yang baru kenal dalam waktu singkat

  • Berusahalah mandiri, dan memanfaatkan kesempatan dengan berkenalan dengan orang baru, seperti mengucapkan “Bagaimana Kabar Saudara?”, “senang berkenalan dengan Anda”.

  • Jika tidak memahami percakapan yang sedang berlangsung, diam, dengarkan, dan tersenyumlah
  • Jangan menggangu orang lain dalam acara tertentu
  • Pastikan kita sudah pergi sebelum pertemuan itu usai, kecuali ada kepentingan setelahnya
  • Jika merasa tidak nyaman dalam acara itu, pergilah
  • Untuk bungkus makanan atau biji buah , bungkuslah dengan serbet cocktail , teruslah bawa sampai menemukan tepat yang tepat untuk membuangnya

Kategori: Style