Arsip

Posts Tagged ‘KSEP ITB’

Visit to Indonesia Stock Exchange and Senayan City (session 2 on Plasma)

29 Oktober 2008 2 komentar

KSEP ITB ngadain acara PLASMA (Pelatihan Pasar Modal Untuk SMA). SMA yang slalu jadi langganan buat adain kegitan ini yaitu SMA BPK Penabur Bandung. Panitia yang ikut ke sana antara lain : Gw, Garby (Akuntansi UPI 07), Waladi (TI ITB 07), Antony (TI ITB 07), Prijo (TI ITB 07), Dikdik (STEI ITB 08), Dilla (Akuntansi POLBAN 07), Meli (Akuntansi UNPAD 07), Yessi, Ridha (Akuntansi UPI 07), Dewi (Akuntansi UPI 07), Naomi (SK ITHB 05), Vanny (TI ITB 07), Amel (TI ITB 07), Desty (TI ITB 07)

Panitia Plasma

Panitia Plasma

Tanggal 24 Oktober kemaren, kita berkunjung ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Ini kali yang ke-dua gw pergi ke BEI ngikutin acara PLASMA.

Gw bakal cerita dari mulai berangkat ampe pulang lagi yo….

Panitia Plasma kumpul di SMA BPK jam 04.30, kalo telat dari jam segitu katanya di tinggal. Kita kumpul di Aula Kebaktian. Cek absensi siswa SMAnya (yang ikut 98 orang semuanya kelas XII IPS). Sebelum berangkat kita semua berdo’a biar selamet ampe tujuan di pimpin ibu Sumi (Guru Ekonomi di sekolah tersebut). Dah gitu berangkat dah…

Pagi-Pagi kita udah meyisir jalanan bandung. Ada satu siswa dari bis yang saya tumpangi (bis 2) belum datang (alhasil kita tinggal) suruh dia nyusul di tol Pasteur…

Di perjalanan kita semua panitia sibuk bagiin sarapan pagi (roti ma susu ultra), di tambah lagi berisiknya siswa-siswa yang ga tahan di telinga (pengen pipis lah,bu, kapan nyampenya?, musiknya gedein dong, itu punya gw…), yah gw bikin nyaman diri aja. Panitia ampe kewalahan…

Sekitar jam 09.00 kita nyampe Jakarta. Gw sempet bingung … lo ko parkirnya di sini sih?? (kalo dulu emang ada parker khusus BEI). Ternyata kita salah parkir, kita malah turun di Carlton. Untung gw hafal jalannya, soalnya menara BEI tuh tepat di belakang Carlton, tepatnya depan Pacific Mall. Si Meli selaku PJ kebingungan akhirnya gw handle juga…

Kita langsung menuju Tower dua, di lantai dua (semuanya ada 42 lantai), walau sebelumya birokrasi yang dilakuin Antony sempet terhambat juga, untung semuanya ikut berkontribusi. Bereslah…

Read more…

Outbond, Bikin Sport Jantung !!!

11 September 2008 Tinggalkan Komentar

Sebenernya nih tulisan dah gw bikin jauh-jauh hari, Cuma karna blom baru sempet masukin FD (kebetulan inget) baru di posting deh…, biar telambat yang penting jadi ingetan…

Hari sabtu kemaren (23 Agustus) gw outbond bareng ma temen2 KSEP-ITB. Yang dateng Cuma dikitan 19 0rang. Si gw (ilkom UPI ‘06), Ka Rangga (SBM ITB ‘05), Wijen (EL ITB ‘06), Ka Mirza (ITB), Ka Guntur (matematika ITB ‘05), Ka Shinta (Polban ‘05), Dana (SBM ITB ‘07), Winardi (SBM ITB ‘07), Anggi (TI ITB ‘07), Mariska (TI ITB ‘07), Antoni (TI ITB ‘07), Prijo (TI ITB ‘07), William (T.Kim ITB ‘07), Halimas (EL ITB ‘07), Riska (Akuntansi UPI ‘07), Ahmed (Matematika ITB), Muhtar (TL ITB ‘06), Dimas (EL ITB ‘06), Feronica (T.Kim ITB ‘07). Cuma yang 3 terakhir tuh dah pulang duluan (kalah sebelum bertanding)

Jam 8 kumpul dulu di sekre KSEP, huh ga on time ngaret malah ketuanya (wijen), ikutan dulu U green(unit Pecinta lingkungan gitu, sambil ngeliat cewek-cewek cantik katanya)… berangkat ke UPI menuju stadion olahraga BS UPI. Berljalan menysusri kampus UPI, nah pas jalan itu, kita kan rombongan, kebetulan pas hari itu juga lagi gladi resik MIMOSA, apa hubnya coba? Ternyata kita tuh di sangka mahasiswa baru yang mo di ospek, kontan aja kita semua ketawa (kakak itunya malah marah kayaknya)…mulai outbond pemanasan jam 10 an. Yang jadi trainernya dari alumni FPOK UPI. Permainan pemanasan sebelum outbond asli :

- Duduk sambil jalan dipaha temen (melingkar)

  • - Yel-yel aneh (simulasi otak)
  • - Rumah dan Tupai (kalo kebakaran tupai harus pindah rumah, gempa bumi rumah harus nyari tupai baru, nah kalo tsunami tupai ma rumah harus acak, rumah boleh jadi tupai begitu juga sebaliknya)
  • - Menyebrang sungai (pake papan loncatan, semua orang harus bisa nyebrang, kalo telat papannya hanyut)
  • - Benang Kusut (tim ngebentuk lingkaran, tangan kanan saling berpegangan dengan teman yang ada dihadapannya, tangan kiri memegang tangan kiri orang lain bukan dengan orang yang sama, dah gitu tuh tangan2 harus disusun ngebentuk lingkaran)
  • - 1 pijakan (mula-mula balok 6 buah, tim harus berpijak di atas balok itu, tersu berkurang samapi 1 balok tapi semuanya harus berpijak, sampai digendong segala)
  • - Obat Nyamuk (berbaris, tangan saling berpegangan, terus bikin obat nyamuk, satu orang jadi patokan, ngambil bola, kemudian tangan orang yang paling luar harus ngasihin bola itu ke tangan yang paling dalem)
  • - Tali yang tak boleh putus (tangan berpegangan, temen yang paling belakang harus jadi di depan, cara harus ngolongin teman di depannya, tangan ga boleh putus)

Seru juga pemanasannya….

Ini dia saatnya outbond yang sebenarnya, perang di mulai, lokasi sekitar UPI (belakang kolam renang)

Banyak banget permaianannya (semua media dan tempat serta suasana asli bo…) :

  • - Meniti di atas tambang (badan pake pengaman khusus, duh lupa namanya apa, mirip pendaki gunung), di bawahnya sungai, kalo jatoh kecebur deh…deg-deg plesss…
  • - Mengerek air (4 orang jadi pengerek tapi matanya di tutup, yang laen tepat dibawah air yang akan di kerek, kalo ga kompak ngereknya, yang dibawah ketumpahan air, basah deh…)
  • - Meniti di atas jarring (cara jalannya kaki pas melangkah harus menyilang ke luar, kalo ga terselip bisa jatoh)
  • - Spider Web (setiap orang haru ngelewatin lubang dari tali tapi ga boleh lubang yang sama)
  • - Tong bocor (ngisi tong yang bocor , buat ngambil bola yang ada dalam tong itu, yang lain ngambil air, yang lainnya nutupin tuh lobang biar bolanya keluar dari tong), pegel abiss
  • - Ngesot di atas bambu (bambu di taroh di sungai , didesain sedemikian rupa, setiap orang ngesot di bambu itu, kalo ga berhasil nyebur dah ke sungai)
  • - Flying Fox (paling extrim, seru abis, gemeter gimana gitu)
  • - Elvis (meniti, tambang, ga ada ada buat pegangan (ada tali sih tali, tapi jauh-jauh)), terus nurunin pohon deh… (deg deg seeeerrrrr)

  • - En yang terakhir, nurunin tebing beneran (tingginya busyet dah, kurang lebih 25 meter). Posisi badan 90o dengan tebing (tegak lurus), dengan pengaman tentunya…

Nah pas yang ter akhir itu, banyak yang mo nyerah, Cuma karna penasaran kita semua nyoba, baju dah ada corak lumpurnya, sepatu basah…ada-ada aja…SERU!!!!….

Pulang sekitar jam setengah enam sore. Selesai beres-beres kita makan-makan di Hartz Chicken Buffets di boyong pake mobilnya Dana…(tekor deh tuh uang…)

Dah gitu pulang ke kosan dah, capek….

Rencana berikutnya yang mo diadain ma KSEP buat nambah keakraban yaitu Paintball ma Arum Jeram (wah asyik tuh kayaknya)….

Categories: Pengalaman Tag:,

Strategi Sederhana dalam investasi Saham

31 Juli 2008 2 komentar

Strategi investasi saham menuntut pengamatan yang serius dan kontinyu terhadap perilaku saham, dan suatu tindakan yang cepat apabila muncul suatu kesempatan baik. Sehingga lahir formula umum yaitu:”Menjual pada saat harga lebih tinggi dan membeli pada saat harga lebih rendah”.

Terdapat 8 (delapan) strategi sederhana dalam investasi antara lain:

Beli di Pasar Perdana, Jual Begitu Masuk di Pasar Sekunder.

Strategi ini digunakan karena adanya keyakinan investor bahwa harga akan naik begitu suatu saham dicatatkan di bursa efek. Hal ini dilandasi dengan asumsi bahwa underwriter tidak akan membiarkan harga jatuh pada minggu pertama di pasar sekunder.

Contoh: Saham PT. KIC pernah mengalami kenaikan kurs dari harga perdana sebesar Rp. 2.600,- menjadi Rp. 4.200,- pada hari pertama diperdagangkan di BES.

Strategi ini cocok digunakan pada waktu pasar sedang bullish (harga-harga saham di pasar sekunder sedang naik).

Strategi Beli dan Simpan (Buy and Hold)

Strategi ini digunakan oleh investor karena berkeyakinan bahwa suatu perusahaan akan berkembang salam jangka panjang, misalnya perusahaan yang produknya sangat strategis. Umumnya strategi ini juga cocok digunakan pada saat harga mencapai titik teredah atau umumnya pasar sedang bearish (harga-harga saham sangat rendah).

Strategi Berpindah

Strategi ini digunakan oleh investor yang aktif mengikuti perkembangan pasar. Tujuannya adalah memanfaatkan peluang kemungkinan naiknya harga saham lain dengan harapan pemodal tersebut memperoleh capital gain dalam waktu singkat. Dalam jangka panjang, strategi ini bertujuan merubah jenis saham yang dimiliki, dengan harapan saham lain lebih prospektif. Strategi ini cocok digunakan pada saham-saham yang aktif diperdagangkan di bursa efek (likuid).

Stratgi Mengurangi Kerugian (Cut Loss)

Strategi ini digunakan untuk mengurangi kerugian atas pembelian saham yaitu dengan cara menjual saham yang sebelumnya dimiliki dan mengganti dengan saham lain (berpindah), cara lainnya yaitu dengan membeli saham sejenis seperti yang dipegang sebelumnya pada waktu harganya rendaha dan melepaskannya kembali pada waktu harganya naik. Sehingga kerugian pada saat membeli diwaktu harga tinggi dapat dikurangi (cut loss).

Membeli Saham-saham Tidur

Strategi membeli saham-saham tidur maksudnya membeli saham-saham yang tidak aktif, karena biasanya saham-saham yang tidak aktif sering luput dari perhatian orang banyak, sehingga cenderung harganya murah. Tipe pemodal yang sabar cocok membeli saham-saham yang tidak aktif tersebut, sebab pada umumnya potensi keuntungan pada saham yang demikian ini akan nampak dalam jangka waku yang lama.

Stretegi Konsentrasi pada Industri

Investor yang memusatkan perhatiannya pada perkembangan industri tertentu, karena lebih mengetahui kondisi, mekanisme kerja dari perusahaan yang berada pada industri tersebut, trend industri dan sebagainya. Strategi investasi dengan cara ini adalah memilih saham-saham yang terbaik pada industri tersebut.

Strategi Membeli Pasar

Seorang pemodal dikatakan melakukan strategi membeli pasar, apabila investor secara relatif proporsional ke dalam saham-saham yang ada di bursa efek, misalnya 50% jenis saham yang tecatat di bursa efek. Strategi ini mungkin kurang tepat bagi investor kecil, karena untuk melaksanakan strategi ini tentunya membutuhkan dana yang besar.

Strategi Membeli Melalui Reksadana

Strategi ini dilakukan dengan mempercayakan pengelolaan dana yang dimiliki oleh investor kepada suatu lembaga yang disebut Reksadana. Reksadana akan melakukan penyebaran investasi untuk mencapai tingkat keuntungan tertentu dan meminimumkan resiko.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.