Beranda > Uncategorized > Problem Studi Terpenting

Problem Studi Terpenting

Tulisan yang saya buat pada kesempatan ini , object orientednya adalah mahasiswa walaupun bisa diterapkan oleh siapa saja yang merasa termotivasi akan tulisan ini. Tersadar dari masalah saya dan teman-teman saya dalam hal menempuh studi. Salah satu teman saya bertanya, mungkin tidak memerlukan jawaban. Dia menggerutu seperti ini,”Kenapa IP (Indeks Prestasi) saya menurun pada semester sekarang, huh sebel?”.

Kuliah merupakan salah satu jalan untuk menempuh prestasi dan mendapatkan ilmu atu ujung finalnya adalah mendapat pekerjaan dan hidup sejahtera. Namun, proses di dalamnya tidaklah seindah bunga mawar. Banyak sekali faktor penghambat yang menjadikan kita malas untuk belajar. Beberapa masalah studi yang pernah saya atau teman-teman saya rasakan antara lain :

Bolos Kuliah

Kegiatan ini mungkin sering dilakukan oleh kita selaku mahasiswa atau pelajar atau bahkan juga dosen atau karyawan lainnya (hanya Anda dan Tuhanlah yang tahu). Ternyata, ada beberapa alasan mengapa membolos itu menjadi sebuah rutinitas yang akhirnya menjadi budaya yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari, antara lain :

o Kerasnya sikap dalam lingkungan akademik, buruknya pergaulan dan aturan yang terlalu ketat

o Kelemahan administrasi dan tidak adanya perhatian terhadap absensi

o Perasaan gagal dan tidak adanya suri teladan

o Kurangnya pengawasan orang sekitar

o Bujukan dari orang lain yang buruk

o Kurangnya minat terhadap kemajuan belajar

o Pembebanan tugas-tugas yang melupakannya dari bakat/aktivitas organisasi yang bermanfaat

Terlambat Belajar

Dalam melakukan proses belajar , mungkin kita sering berfikir, “saya tidaklah terlalu bodoh dan tidak kurang dalam pengulangan materi perkuliahan, tetapi saya lambat dalam studi dan tingkat penguasaan saya lemah”. Setelah diselidiki ternyata banyak faktor yang menyebabkan hal itu, antara lain :

o Faktor akal, berkaitan dengan kemampuan mengeksplor diri

o Faktor kejiwaan, tidak percaya diri, plin-plan bahkan tidak suka terhadap mata kuliah tertentu

o Faktor jasmani, kurangnya energi yang menyebabkan malas untuk mengikuti perkuliahan, memiliki penyakit tertentu seperti sakit gigi atau lemahnya penglihatan.

o Faktor tempat tinggal, tidak sesuainya iklim tempat tinggal, konflik keluarga, tetangga, teman satu kosan yang menyebabkan terhambatnya masa depan dan tidak memiliki tempat untuk menenangkan jiwa.

o Faktor tempat belajar, adanya celah dari ketidakpahaman terhadap materi perkuliahan tertentu akibat membolos, buruknya cara menerangkan seorang dosen, serta kesibukan para dosen dan staf administrasi yang menciptakan terlambatnya proses pencapaian prestasi

Masalah Mengulangi Materi Kuliah

Mungkin kita menemukan segala pikiran terkait masalah mengulang materi perkuliahan suatu mata kuliah tertentu yang tergambarkan berikut ini :

o Saya tidak bisa berkonsentrasi

o Saya berniat untuk mengulangi mata kuliah setiap hari tetapi saya tidak melakukannya

o Kapan waktu yang baik untuk mengulanginya?

o Saya takut ujian, karena saya tidak mengetahui bagaimana mempersiapkannya

o Saya tidak suka mengulangi mata kuliah

o Saya suka tutorial ataupun responsi membahas materi perkuliahan tertentu bersama teman-teman

o Apakah saya harus meninggalkan organisasi atau aktivitas pengembangan bakat saya atau bahkan hobi saya hanya untuk mengulangi mata kuliah?

o Saya lupa apa yang telah saya ingat

o Saya senang begadang, hanya sekedar nonton , hura-hura atau ngobrol semalam suntuk

o Saya tidak mengetahui dengan apa saya memulai

Dengan banyaknya pertanyaan itu, kita harus mempelajari secara sederhana tentang metode-metode pengulangan suatu mata kuliah, siap menjawab semua pertanyaan secara praktis, menyiapkan jadwal pengulangan mata kuliah yang menyenangkan, tidak membiarkan hal itu terjadi sesaat sebelum ujian tiba, serta saling mengingatkan satu sama lain baik antar teman, orang tua ataupun dosen.
Nah, mungkin itu sekelumit masalah yang menyebabkan nilai prestasi kita menurun walaupun banyak faktor lain yang tidak kalah antara lain dosen yang memberi nilai akhir secara subyektif (tidak tahu apakah kemampuan mahasiswa itu sesuai atau tidak, hanya sebatas kenal saja bisa mendapat nilai bagus, heran kan!!), ya itulah namanya kuliah (bagi yang belum atau akan masuk dunia perkuliahan), kuliah hanya sekedar mendapat nilai, masalah ilmu kita yang eksplor sendiri, yang berguna kelak ketika kita akan bekerja, tentunya dengan hasil portofolio kita selama kuliah sebagai salah satu penunjang melamar kerja.
So, what we are doing now?. Ya tentunya belajar dengan sungguh-sungguh, yakin semua ada jalan keluar dan nikmatilah setiap perjuangan (tugas menumpuk dari dosen atau instruktur praktikum, banyak mengluarkan biaya untuk keperluan kuliah, dll)…
Semoga bermanfaat

Proses menuju yang terbaik memang sulit, tetapi akan terpahami kemudian hari ”

(Krisna Febrianto)

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: