Beranda > Uncategorized > Tempayan Retak dan Tukang Air

Tempayan Retak dan Tukang Air

Waktu itu saya mengikuti kegiatan “Self Empowering Training Program” yang diselenggarakan oleh Djarum Bhakti Pendidikan, di Hotel Horison Bandung pada tanggal 26 – 27 Maret 2008 yang telah berlalu. Saya mendapatkan sebuah cerita dari seorang Psikolog Sukmayanti Ranadireksa, M.Psi.(Instruktur OQ Modelling school) namanya. Kisah itu menginspirasi akan hidup saya yang terdapat kekurangan, yang justru itu bisa dijadikan sebagi senjata oleh saya pribadi.
Dari cerita Psikolog itu saya mencoba menuangkan kembali dalam rangkum sebuah tulisan berikut ini, mudah-mudahan bisa menginspirasi…

Seorang tukang air India memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung suatu pikulan, yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan yang utuh itu selalu dapat membawa air penuh, setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan yang retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Selama beberapa tahun hal itu terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan untuh merasa bangga karena dapat menunaikan pekerjaannya dengan sempurna. Namun, si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberi setengah dari porsi yang seharusnya dapat ia berikan.

Karena merasa tertekan oleh kegagalan pahit itu, tempayan retak mengadu pada si tukang air, “Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya mohon maaf kepadamu wahai tuanku”
“Kenapa?tanya si tukar air, kenapa kamu merasa malu”
“Selama ini saya hanya mampu membawa setengah porsi air dari yang seharusnya saya dapatkan karena adanya retakan pada sisi saya sehingga membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu , saya telah membuatmu rugi” kata tempayan itu.
Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya ia berkata ,”Jika kita kembali kerumah majikan besok , aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan”

Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit tehibur. Tapi ia kembali mengeluh dan meminta maaf atas kegagalannya.

Si tukang air berkata kepada tempayan retak itu, “Apakah kamu memperhatikan adanya bunga di sepanjang jalan di sisimu, tetapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang utuh. Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya.
Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah untuk menghias meja majikan kita.Tanpa kamu, sebagaimana kamu ada kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang”

Sejak saat itu, tempayan retak pun tidak merasa sedih lagi, ia bersyukur dengan apa yang ia miliki.

Setiap dari kita memiliki cacat dan kekurangan kita sendiri. Kita semua adalah tempayan retak. Namun jika kita mau dan berusaha Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk menghias-Nya. Dimata Tuhan yang Maha Bijaksana, semua itu tidak akan terbuang percuma, jangan takut akan kekurangan yang ada pada diri kita.

Kategori:Uncategorized
  1. slamet wibowo
    23 September 2008 pukul 8:19 am

    bagus bagu…s

  2. 23 September 2008 pukul 8:22 am

    aku suka akan kisah iniiiiiiiiiiiiii………..! cantik

  3. risyana
    23 September 2008 pukul 11:37 pm

    inspiring story…

    kekurangan terkadang membuat saya minder, tapi bener juga sih, kekurangan yang dimiliki terkadang bisa bermanfaat untuk hal yang laen.

    tetep semangat ya !

  4. 7 Oktober 2008 pukul 3:45 pm

    @slamet wibowo
    thank’s ya, tunggu kisah selanjutnya

    @sudarman
    sama, gw juga suka, inspiratif

    @risyana
    kekurangan adalah kelebihan yang tertunda (ha..)

  5. jack
    15 Oktober 2008 pukul 10:48 am

    Salam..perjuangan!!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: